for spiders only Satu Dunia (Indonesian) > Sorotan > {intl-full_coverage_by_topic} > Health > AIDS skip to main content
OneWorld SatuDunia home Logo_ Go to OneWorld.net homepage
Cari
BERITA SOROTAN KEMITRAAN AMBIL BAGIAN JARINGAN
16 May 2008

Jangkar Gelar Workshop Safety Riding


Jaringan Aksi Nasional Pengurangan Dampak Buruk Narkoba Suntik (Jangkar), bersama dengan mitra Yayasan Karisma, Lembaga Kesehatan Indonesia (LKI), dan Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia (PPK-UI), menyelenggarakan workshop soal safety riding, Minggu (24/2) di Parkir Timur Senayan Jakarta. Acara ini digelar karena melihat situasi dan kondisi lalu lintas di Indonesia yang makin semerawut dan mengkhawatirkan, serta banyaknya kecelakaan yang melibatkan pengendara sepeda motor.

Menurut Sahrulsyah, Sekjen Jangkar, workshop ini bertujuan agar para anggota maupun para mitra Jangkar memahami cara bersepeda motor yang aman dan nyaman di jalan. Sehingga, mereka dapat meminimalisasi kemungkinan terjadinya kecelakaan di jalan. “Banyak anggota kami yang masih minim pengetahuan tentang arti keselamatan berkendara. Jadi, kami memberi pengetahuan tentang cara berkendara yang benar. Yang kami latih di sini sebenarnya dasarnya dulu atau basic, bagaimana sih naik motor yang benar,” ujar Gogon, sapaan akrab Sahrulsyah.

Acara ini bukannya nggak nyambung samasekali dengan kerja Jangkar sebagai lembaga yang bergerak di bidang HIV/AIDS. Pasalnya, hampir setiap setiap hari anggota Jangkar melakukan aktivitas dengan sepeda motor. Jadi, pelatihan sangat penting artinya bagi mereka. Sehingga, mereka sudah tahu langkah antisipatif ketika berkendara menggunakan sepeda motor. ”Setiap hari mereka di jalan naik motor, antar-jemput klien, antar-jemput community atau mengantar penderita HIV/AIDS berobat. Agar efektif, kami semua belajar safety riding. Sehingga, tahu bagaimana mengantisipasi berbagai kondisi di jalan. Bisa dibilang ini untuk mereduksi kecelakaan di jalan,” terang Gogon.

Sementara, Hidayatul Fitri, Koordinator Jangkar wilayah DKI Jakarta mengatakan, inti dari workshop safety riding ini adalah memberikan pengetahuan dan pemahaman bagi para peserta tentang bagaimana mengendarai motor yang benar. Bagaimana peserta memahami kelengkapan sepeda motor dan kondisi fisik/psikologi pengendara sendiri. Sehingga, mereka siap berkendara di jalan raya, dan tidak membahayakan pengguna jalan lain.

”Di sini dijelaskan secara teknis kondisi motor yang layak dikendarai, dan dijelaskan juga soal kelengkapan kendaraan, seperti lampu, pemakaian helm yang benar, jaket, dan sebagainya,” lanjut Hidayatul.

Dalam workshop tersebut, instruktur berasal dari Classic Bikers Batavia (CBB). Workshop dibagi dalam empat sesi, yakni teori, praktik, diskusi, dan praktik kembali. Dahlan, sang instruktur, tampak bersemangat membagi pengetahuannya kepada peserta. Menurut Dahlan, yang biasa disapa Gaper, materi yang diajarkan lebih bersifat umum, seperti soal kelengkapan/kondisi motor maupun penggunanya.

Selain itu, ia menjelaskan juga secara gamblang beberapa faktor teknis kendaraan yang dapat membahayakan pengendaranya. Semua diterangkan secara detail, mulai dari kondisi gir/rantai, stelan rem, tekanan angin, persneling, spion, hingga persoalan pelumas. Disisipkan pula pentingnya mengontrol emosi di jalan. ”Sebelum praktik, kita jelaskan dulu bagaimana kondisi teknis kendaraan yang layak buat jalan. Setelah itu, kelengkapan motor secara umum dan kelengkapan yang wajib dipakai oleh pengendara,” terang Gaper.

”Kami berharap program ini dapat terus berlangsung, dan kami usahakan untuk kuntinyu dilaksanakan. Saya juga berharap agar mereka yang sudah mengikuti workshop dapat berbagi ilmunya ke lembaga masing-masing,” timpal Gogon.

Salut buat Jangkar! (ray

Komentar pembaca

Tidak ada komentar