Ditemukan, Darah Reaktif HIV
|
Sabtu, 27 Okt 2007 11:28:32
KEBUMEN -- Selama September 2007, ditemukan 6 kantong darah yang reaktif HIV. Keenam kantong darah itu sebagian kecil dari hasil tranfusi darah di PMI Cabang Kebumen yang diduga tercemar penyakit, sehingga harus dimusnahkan, tidak diberikan pada pasien. Darah yang diberikan merupakan darah yang bebas dari penyakit menular, seperti penyakit kelamin dan hepatitis. Informasi Bernas Jogja Kamis (25/10) menyebutkan, keenam kantong darah yang reaktif HIV, merupakan hasil donor darah pada September 2007. Sebanyak 5 kantong darah yang reaktif HIV, berasal dari pendonor yang umurnya 20 - 30 tahun, dan satu kantong darah dari pendonor yang umurnya diatas 50 tahun. Namun demikian pendonor yang darahya reaktif HIV, belum diketahui apakah yang bersangkutan terjangkit HIV/Aids atau tidak. Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan Kusbiyantoro SKM MKes kepadaBernas Jogja Kamis (25/10) menjelaskan, untuk menangani keenam pendonor yang daranhnya reaktif HIV, lebih baik jika ditangani aktivis peduli/anti HIV/ Aids. "Di Kebumen sudah ada LSM yang peduli HIV/Aids, saya kurang tahu apakah LSM itu aktif atau tidak sekarang," kata Kusbiyantoro. Pertimbangan psikologis menjadi hal yang penting untuk melakukan pendekatan terhadap 6 orang pendonor yang darahnya reaktif HIV. Jika pendekatan dilakukan Dinas Kesehatan atau petugas yang berseragam dikhawatirkan yang bersangkutan ketakutan, sehingga tujuan penanganan terhadap seseorang yang dicurigai terjangkit HIV, kurang optimal. "Sudah waktunya RSUD Kebumen menangani orang yang dicurigai tersebut," kata Kusbiyantoro.(nwh) http://www.bernas.co.id/news/cybermetro/METRO/4713.htm |


