for spiders only Satu Dunia (Indonesian) > In depth > {intl-full_coverage_by_topic} > Health > AIDS skip to main content
OneWorld.net_home_link Logo_ Go to OneWorld.net homepage
Cari
BERITA FOKUS KEMITRAAN INISIATIF JARINGAN
23 November 2008

select CategoryID, istopic from ( SELECT CategoryID, EXISTS (SELECT * from topics_equivalence te WHERE te.categoryid=acl.categoryid) as istopic FROM eZArticle_ArticleCategoryLink acl WHERE acl.ArticleID=150670 ) as subquery

Jangkar: Tak Benar, LSM Jadi Bandar Narkoba

Jakarta, SatuDunia. Pernyataan mantan Kepala Pelaksana Harian Badan Narkotika Nasional (BNN) Togar M. Sianipar bahwa ada aktivis LSM yang diam-diam jadi bandar narkoba saat menjalankan program harm reduction, langsung memicu kecaman.

“Pernyataan seperti itu tidak pantas dilontarkan. Apalagi kalau cuma baru sebatas isu dan tak ada bukti hukumnya,” sergah Faried Budiman, Kordinator Wilayah Jaringan Aksi Nasional Pengurangan Dampak Buruk Napza Suntik (Jangkar) se-Jabodetabek, saat dihubungi Selasa (26/7) petang.

Seperti diberitakan, Togar menyatakan ada aktivis LSM yang jadi bandar narkoba terkait program harm reduction atau pengurangan dampak pengurangan narkoba suntik sebagai media penyebaran HIV/AIDS.

“Dari laporan di lapangan, banyak LSM yang terbukti menyalahgunakan program harm reduction. Misalnya, dengan menjadi bandar narkoba, “ kata Togar di sela perayaan Hari Anti-Narkoba Internasional yang diadakan Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) di Bunderan Hotel Indonesia, Selasa (26/6) pagi.

Menurut Faried, sebagai purnawirawan polisi, apalagi mantan Kepala BNN, pernyataan itu tak sepantasnya dilontarkan Togar M. Sianipar. “Sebagai polisi, mestinya beliau harus paham, pernyataan harus didukung oleh bukti,” tegasnya.

Menurut Faried, di Jabodetabek sendiri ada 13 LSM yang tergabung dengan Jangkar. Sementara, secara nasional ada 73 LSM di 22 provinsi yang tergabung dengan Jangkar. Mereka tersinggung dengan pernyataan itu.

Target Operasi

Faried mengakui, dalam penerapan program pertukaran jarum suntik steril sebagai bagian dari program harm reduction, memang terjadi ekses.

Ekses itu antara lain penangkapan bandar narkoba yang sudah lama menjadi target operasi (TO) polisi. Nah, masalahnya, saat dikejar polisi, bandar ini ada yang tengah menyamar dalam pertukaran jarum suntik steril. Ini yang terjadi di Puskesmas Bali-Mester beberapa pekan lalu.

“Selain itu, saat diburu polisi ada juga bandar yang kabur ke kantor LSM pendamping. Ini barangkali yang membuat Pak Togar berkesimpulan ada aktivis LSM yang jadi bandar narkoba,” kata Faried.

Diakui Faried, penangkapan bandar yang menjadi TO oleh polisi di kantor LSM pendamping yang tengah menjalankan program pertukaran jarum suntik steril, memang beberapa kali terjadi.
Menurut dia, ekses ini hampir dialami semua LSM yang bergerak di program harm reduction.

“Jadi, kesimpulan bahwa aktivis LSM diam-diam menjadi bandar narkoba adalah kesimpulan yang ngawur,” tegasnya. ***


Daftar Komentar

"Bandar Narkotik Nasional"

Waktu: 27.06.2007 23:35

Comment: hemat saya buat penelitian mengenai hal ini, statment publik yang tidak di sertai dengan bukti sama saja menjadi kebohongan publik.
akan ada pihak-pihak yang terugikan...
dan akan semakin menambah banyak korban',
terlihat akan terjadi bias kepentingan2 tertentu.

jangan lupa polisi dengan antek2nya juga menjadi korban produk hukum yang gagal dalam permasalahan ini.
bisa jadi lahan basahnya selama ini banyak yang cawe2 sehingga ini sebagai bagian dari manajemen konflik dari mereka dengan salah satunya memuat kepentingan2 politis.

buat penelitian mengenai kinerja dari BNN, kok dari LSM yang terus di sorot...
gantian pak!! ke penganti dirimu saja ya...






"KENDALA DALAM MENEKAN LAJU PERTUMBUHAN AIDS"

Penulis:
Waktu: 27.06.2007 19:56

Comment: [Kutipan Artikel];
Togar: Banyak LSM Salahgunakan Harm Reduction
“Dari laporan di lapangan, banyak LSM yang terbukti menyalahgunakan program harm reduction. Misalnya dengan menjadi bandar narkoba, “ kata Togar di sela perayaan Hari Anti-Narkoba Internasional yang diadakan Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) di Bunderan Hotel Indonesia, Selasa (26/6) pagi.
Dilema ini juga diakui Ketua YCAB Veronica Colondam. Menurutnya, YCAB mendukung program pemberantasan narkoba. Baik itu sejak upaya pengurangan ketersedian (supply reduction), pengurangan permintaan (demand reduction), maupun pengurangan dampak buruk (harm reduction) narkoba. “Asal pelaksanaannya baik, saya pikir efeknya juga akan bagus,” ujarnya.

[Tanggapan];
Apabila dicermati dari kedua komentar tersebut diatas,dapat ditarik kesimpulan bahwa sebenarnya fihak penyelenggara [YCAB] berupaya untuk mengklarifikasi kekeliruan pendapat dari Bang Togar selaku mantan pejabat dari BNN.
Mengapa hal itu harus dilakukan oleh pihak penyelenggara (klarifikasi) ?
Saya berpendapat bahwa hal itu memang harus dilakukan karena mengingat audiensi pada saat itu adalah generasi muda yang masih remaja,yang selayaknya mendapatkan INFORMASI YANG BENAR.
Pada tahun lalu saya dan beberapa rekan praktisi HARM REDUCTION juga kelompok dampingan yang sudah melakukan perubahan perilaku,hadir untuk memberikan dukungan atas kegiatan kampanye serupa yang diselenggarakan oleh YCAB,pada saat itu kami kebagian tugas menempati pos dijalan raya sekitar Harmoni untuk membagi2kan selebaran 'SAY NO TO DRUGS" kepada khalayak pengguna jalan tersebut.

[Kutipan];
1.Togar menjelaskan, dari 16 program HR yang ada, Indonesia kini telah melakukan dua program.
Yang pertama adalah pertukaran jarum suntik steril. Sedangkan yang kedua adalah terapi metadon.

2. Nah, jelas Togar, program pertukaran jarum suntik steril inilah yang rawan disalahgunakan.
Apalagi, tak sedikit LSM pendamping untuk program HR ini dikelola oleh pecandu
atau mantan pecandu.

[Tanggapan];
1. Kedua elemen program yang disebutkan oleh Bang Napi,eh..maap,Bang Togar memang kontroversial
bagi kultur di Indonesia tercinta ini,namun kedua element tersebut merupakan aksi krusial di dalam
memutus mata rantai penularan HIV-AIDS,[salah satu goals-nya MDG's 2015]
Logikanya begini: Apabila hendak memutus mata rantai narkotika maka pabriknya/sumbernya
mesti di berangus,jika perlu menggunakan fasilitas SMS [Super Maximum Security),
Nah,begitu juga dengan epidemi HIV,alatnya mesti steril ya khan...
[atau mencabut ijin praktek seorang Dokter di karenakan alat2 medisnya terkontaminasi?]

2. Ini yang Gw paling kagak DEMEN!! STIGMA & DISKRIMINASI!!
Saya dulu memang sering bohong selama menjadi seorang pecandu,mulai dari bohong kecil sampai
bohong yang kagak diampunin orang sekampung saya.
Lalu ketika saya memutuskan untuk berhenti dari seorang pecandu,hal pertama yang saya ingin
dapatkan kembali adalah; KEPERCAYAAN.
Saya sudah menganggap Bang Togar sebagai Abang-Abangan saya..tolong bantu saya untuk
melalui proses recovery ini,jangan lontarkan kalimat yang dapat menjatuhkan saya,pls:)

[PS:"Lebih baik main PS 2 daripada ngerumpi ama Tetangga"]

salam,
RECOVERY SOCIETY