for spiders only Satu Dunia (Indonesian) > Sorotan > {intl-full_coverage_by_topic} > Information & media > ICT skip to main content
OneWorld SatuDunia home Logo_ Go to OneWorld.net homepage
Cari
BERITA SOROTAN KEMITRAAN AMBIL BAGIAN JARINGAN
16 May 2008

Radio Komunitas Berbasis Disaster Management Pertama di Indonesia

Gempa bumi dan tsunami yang melanda pesisir selatan Jawa pada 17 Juli 2006 lalu telah membuka banyak mata, khususnya warga Pangandaran dan sekitarnya mengenai pentingnya pengetahuan tentang keadaan lingkungan, alam, dan perkembangan cuaca. Karena itu, keberadaan sumber informasi yang dapat dipercaya dan bisa diakses secara luas oleh masyarakat menjadi suatu kebutuhan yang tidak terhindarkan.
Kebutuhan tersebut disadari oleh Wahana Lingkungan Hidup Jawa Barat (Walhi Jabar) dengan memberikan program pemberian layanan informasi perkembangan cuaca dan kondisi alam untuk masyarakat secara luas. Aktivitas ini telah dimulai sejak pekan-pekan pertama pasca bencana gempa dan tsunami Pangandaran.
Upaya pemberian layanan informasi luas kepada masyarakat menjadi semakin mudah dengan terjalinnya kerjasama antara Walhi Jabar dengan Jaringan Radio Komunitas (JRK) serta Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Jawa Barat (KPID). Hubungan kerjasama tersebut dikongkretkan dalam bentuk pengadaan fasilitas pemancar radio bergelombang FM. Radio tersebut merupakan radio komunitas berbasis disaster management yang pada awalnya berperan sebagai radio bencana.
Dalam perjalanannya, radio komunitas berupaya untuk mengembangkan institusi dengan tidak hanya berperan sebagai radio bencana yang memfokuskan penyiaran pada pemberitaan mengenai bencana saja. Pada saat ini, Radio Komunitas Suara Hijau Pangandaran 107,70 FM berupaya untuk menjadi artikulator dan mediator bagi publik-- khususnya korban bencana gempa dan tsunami-- dalam proses pemulihan kehidupan fisik, sosial, dan ekonomi pasca bencana. Untuk itu, pengurus Radio tengah menggodok konsep pengembangan partisipasi publik dalam proses pemulihan kondisi sosial masyarakat pasca bencana tsunami.
Sumber: Walhi Jawa Barat, diedit oleh: Ardi Bramantyo

Komentar pembaca

Tidak ada komentar